Serunya Anak-Anak SD Bertanding Sepakbola di Kaki Gunung Ungaran

 

SEMARANG – Kaki-kaki kecil anak-anak SD tampak mahir menggiring bola di lapangan hijau Stadion Wujil Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Sementara teriakan memberikan semangat menggema dari berbagai sudut lapangan.

Para suporter ini juga membawa bendera yang dikibar-kibarkan di atas tribun penonton. Sesekali mereka kompak menyanyikan yel-yel yang diiringi peralatan musik ala kadarnya.

Sementara di tengah lapangan, teman-teman mereka berjuang untuk membobol gawang lawan. Permainan antartim tampak berimbang, karena pemain sepakbola cilik ini telah berlatih di SSB yang berada di lingkungan masing-masing.

“Juara 3 tingkat SD diraih oleh SD dari Kecamatan Bringin,” kata Ketua Askab PSSI Kabupaten Semarang Nur Budi Pramono, Kamis (23/1/2020).

Laga final antara kesebelasan siswa SD Kecamatan Tuntang melawan Kecamatan Tengaran, berlangsung sengit. Waktu permainan yang singkat yakni 12 x 2 menit, menjadikan penonton enggan beringsut dari tempat duduknya.

Tampaknya perjuangan tim kesebelasan siswa SD Kecamatan Tengaran harus mengakui ketangguhan lawan. Meski berhasil merobek pertahanan Kecamatan Tuntang dengan dua gol, namun tim lawan bisa menjebol gawangnya empat kali.

Hingga peluit panjang ditiup wasit, skor 4 – 2 untuk kemenangan tim SD Kecamatan Tuntang. Dengan demikian, tim SD Kecamatan Tengaran harus berpuas diri dengan posisi runner up.

“Untuk lapangan pada kompetisi tingkat SD ini ukuran lapangannya berbeda dari lapangan biasanya. Ini hanya 40 x 60 meter persegi,” tambahnya.

Dia menyampaikan, kompetisi tersebut dalam rangka Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Semarang tahun 2020. Untuk cabang olahraga sepakbola digelar mulai 23 Januari untuk tingkat SD.

“Hari ini awal untuk cabor sepakbola, yang diikuti tingkat SD. Kemudian akan dilanjutkan tanggal 24, 27, 28, 29, 30 untuk tingkat SMP dan SMA,” lugas pria yang sedang mengikuti kontestasi Pilkada Kabupaten Semarang itu.

Menurutnya, untuk tingkat SD terdapat 18 tim yang mewakili masing-maisng kecamatan. Sementara tingkat SMP terdapat 28 tim dan SMA 14 tim, yang mewakili masing-masing sekolah.

“Untuk SMP durasi waktu 15 x 2 menit kotor dan SMA durasi waktu 20 x 2 menit kotor. Ukuran lapangan bagi SMP dan SMA menggunakan lapangan dewasa,” terangnya.

Kompetisi sepakbola itu sekaligus untuk mencari bibit-bibit unggul yang biasa merumput di lapangan hijau. “Dengan cara seperti ini maka akan terlihat calon-calon pemain baru yang tangguh,” pungkasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *