Rujakan Renjana, Cara Warga Rajut Kerukunan

SEMARANG – Isu perbedaan menjadi salah satu faktor yang terus diembuskan untuk memecah belah persatuan bangsa. Di sudut Kota Semarang Jawa Tengah, warga memiliki cara tersendiri untuk merajut kerukunan, tanpa membedakan warna kulit, suku, maupun agama.

Rujakan Renjana, demikian warga menyebutnya. Pemberian nama itu karena penduduk tinggal di kawasan Jalan Renjana RT 1/11 Perum P4A Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Sementara “Rujakan” adalah menu makanan yang bisa dinikmati bersama. Baskom besar berisi aneka potongan buah yang siap dicolek pada sambal manis tapi pedas. Sejumlah warga terutama ibu-ibu dan remaja putri duduk melingkar, sambil sesekali mendesis menikmati sensasi rujak pedas.

Acara yang digelar rutin tiap bulan, pada hari Minggu itu mengambil lokasi di jalan (gang). Terdapat lima gang mulai Renaja I-V yang akan digilir sebagai lokasi acara. Semua warga keluar rumah untuk berkumpul dan saling menyapa.

Bukan sekadar rujakan, tapi juga terdapat menu sarapan secara kembulan. Daun pisang digelar memanjang di tepi jalan. Ibu-ibu dan remaja putri sibuk menyiapkan beragam menu makanan, mulai gudangan, tahu-tempe goreng, dan telur rebus. Agar lebih lengkap terdapat ikan asin dan kerupuk.

Setelah hidangan siap, warga segera menempatkan diri menghadap menu makanan yang dibuat seperti gunung-gunung kecil lengkap dengan aneka lauk. Sejenak warga menundukkan hati, tangan menengadah mengamini doa yang dipanjatkan sesepuh.

“Semoga kita senantiasa dalam kesehatan, mendapatkan rezeki yang lancar, berkah. Serta dalam nikmat kerukunan antar-warga,” doa sesepuh yang langsung diamini semua warga.

Ketua RT 1/11 Hatta Bhineka mengatakan, kegiatan rujakan serta sarapan bersama ini merupakan salah satu cara untuk merajut kerukunan. Terlebih, banyak warga di kawasan tersebut merupakan pendatang dengan berbagai latar belakang.

“Pagi ini mulai pukul 07.00 WIB, di gang Renjana III kita gelar sarapan bersama. Warga yang bisa ikut sarapan bersama monggo (silakan), semakin ramai akan makin seru guyub,” kata Hatta, Minggu (29/9/2019).

Agenda nonformal yang rutin dilaksanakan ini terbukti efektif untuk menjalin kerukunan warga. Beragam problematika di kampung hingga isu terkini turut dalam pembicaraan yang dibahas dalam sudut pandang warga. Revisi UU KPK hingga gelombang aksi unjuk rasa menjadi bahasan yang cukup seru.

“Bu, jangan pulang dulu, habis ini masih ada pembahasan tentang perubahan undang-undang,” seloroh perempuan yang akrab disapa Mami.

“Iya, katanya sekarang kalau ada ayam yang masuk rumah orang lain juga akan kena denda ya? Katanya Rp10juta,” timpal warga lainnya.




One thought on “Rujakan Renjana, Cara Warga Rajut Kerukunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *